Pengumpan RSS

Antara Flu dan Tulisan Baru

Posted on

Badanku meriang, pangkal hidung sebelah kanan rasanya seperti dirajam. Otot-otot di sekitar wajah terasa ngilu. Tidak bisa kuelakkan lagi, aku harus siap menderita flu dalam beberapa hari mendatang.  Penyakit yang bisa dipastikan menjadi langganan di awal-awal musim penghujan.

Bukan penyakit yang berarti. Flu pada kenyataannya tidak menjadi penghalang yang berarti bagi penderitanya untuk melakukan kegiatan sebagaimana biasa. Mereka bebas berkeliaran dan mengerjakan apa saja selama orang-orang di sekitar tidak risih dan kawatir bakal tertular. Karenanya dibutuhkan saling pengertian antara orang yang kena flu dan tidak dalam berinteraksi jarak dekat, mengingat wabah ini sangat gampang penyebarannya. Namun perisai terbaik agar wabah ini tidak mudah menyebarkan adalah kebesaran hati penderitanya untuk bersedia ‘mengasingkan diri’. Sementara waktu saja.

Itulah yang sedang kupikirkan saat ini, sementara aku mati-matian untuk tidak tidur sebelum aku memposting tulisan di blog kesayanganku ini. Kiranya juga tidak mudah. Sebab rasa ngilu yang kurasakan makin menjadi-jadi. Merambat hingga saraf-saraf gigi. Membuat sekitar pangkal leherku pegal-pegal.

Udara malam meluncur dalam dasar keheningan yang dingin menyundut tulang.

Secara berangsur-angsur mataku juga mulai berair. Kelopaknya kurasakan sepat. Aku berusaha menandinginya dengan sikap abai. Biarlah mata berair, biarlah rasa ngilu menjalar, biarlah dan biarlah. Memposting tulisan malam ini sudah menjadi harga mati. Titik.

Aku tak mau menyerah dengan kondisi ini. Aku harus meluluskan kehendak hati ini. Menambah tulisan di blog atau aku harus malu kemudian. Bukan pilihan yang sulit. Sejauh kurasakan, toh gangguan-gangguan ini tak sampai membuat aku mengantuk berat. Aku masih kuat. Walau sesekali mulutku menguap.

Seperti sebuah peperangan yang sengit tanpa memakan korban. Antara dorongan ini dan dorongan itu yang saling beradu, menyerang dan bertahan, saling bertumbukan saling mengalahkan.

Heh. Cukup sudah. Mau diapakan juga pikiranku sudah buntu. Apa yang hendak kutulis lagi kalau sudah begini. Naluriku belum cukup kuat untuk menggubah kata tanpa sokongan pikiranku. Apa boleh buat. Juga tak baik kiranya melawan keinginan tubuh. Aku sudah dalam kepayahan yang amat sangat.

Malam telah rebah. Dingin sudah melampaui ambang batas. Ini saja kali yang bisa ku-posting malam ini. Sudah cukup memenuhi sarat panjang tulisan dan isi tampaknya. Semoga ada manfaat. Aku benar-benar harus istirahat.

Syukurlah, Hujan Benar-Benar Telah Reda

Posted on

Hujan mulai mereda kiranya. Suara tetesan air dari langit terdengar pelan. Jarum jam lantang mendetak.

Di luar rumah, terdengar percakapan yang sedikit riuh. Telingaku menguping penuh rasa penasaran. Aku bangkit dari ranjang menuju ruang tamu, memperpendek jarak dengan sumber suara. Dari percakapan itu aku mengetahui ada banjir di beberapa wilayah Jogja.

Serta merta kuraih notebook dan dan kuaktifkan modem mencari tahu kebenaran kabar yang barusan aku dengar. Ternyata memang benar adanya. Hujan deras yang mengguyur sejak setengah lima sore tadi telah menenggelamkan euforia yang masih tersisa akan perayaan malam pergantian tahun kemarin malam. Tiga sungai besar yang membelah kota Jogja tak mampu menahan jutaan bahkan milyaran, mungkin, liter air yang dikirim hujan tadi. Meluap hingga pemukiman warga. Menurut berita yang kubaca, warga yang menjadi korban luapan sungai tersebut sudah dievakuasi.

Luar biasa deras hujan yang mengguyur Jogja kali ini. Hujan yang membuat awal tahun yang tak bisa dilupakan karena derita yang sudah harus ditanggung. Tentu saja tidak ada yang berharap terjadi malapetaka seperti ini kemarin malam, saat orang-orang berlomba-lomba memanjatkan harapan positif.

Aku tertegun sejenak. Tak jelas apa yang semestinya kupikirkan. Perasaanku juga mengambang. Ada memang rasa empati yang mendalam membuncah dari dalam lubuk sanubariku. Namun aku bimbang, akan kuapakan dan bagaimanakan rasa empati yang begitu menggelora saat ini. Rasanya sulit untuk aku nalar jika aku turun tangan langsung bahu membahu dengan para relawan dan tim SAR sebagaimana yang diberitakan. Atau sekedar menata alas tidur mereka yang sekarang jadi korban. Sepintas ini adalah cara yang paling heroik bila aku menafikan arti sebuah pertimbangan yang matang.

Aku membanting punggung ke sandaran pelan-pelan. Aku mendesah sesaat. Menghempaskan kegalauan dari mulutku dengan nafas yang ternyata sedikit berbau. Sementara otakku berandai-andai ini dan itu.

Sebenarnya aku agak frustasi juga semenjak tadi. Malam ini sedianya ingin kujadikan sebagai malam kebangkitanku kembali dalam bidang kepenulisan. Awal tahun. Tentu menjadi titik mula yang bagus. Ada sugesti, seakan-akan ada persediaan energi baru yang berlimpah jumlahnya. Masalahnya, sedari sebelum aku menyaksikan pertandingan Manchester city kontra Sunderland sampai dengan aku mematikan televisi dengan perasaan dongkol lantaran citizens kalah tragis 0-1, tak juga nyangkut satu ide pun. Padahal, sementara mataku memelototi jalannya pertandingan, pikiran dan perasaanku sudah kuatur sedemikian rupa menjadi perangkap bagi ide.

Kalau saja hujan masih deras mungkin aku sudah lelap. Beruntung hujan bersedia juga reda. Bahkan kupikir hujan akan tumpah semalaman ini.

Syukurlah, berarti kecemasan para korban banjir juga akan mereda. Ini juga menjadi isyarat akan leganya diriku karena berangsur-angsur bebas dari rasa bersalah. Sungguh tak mampu kubayangkan bagaimana bila hujan terus-terusan mengguyur. Rasa empati yang tak terkendali akan berhadapan dengan pertimbangan yang berat meninggalkan istriku sendirian mendiamkan tangis anakku ditengah hujan deras. Panggilan sebagian nurani di waktu keduanya mengharuskan keberadaanku di sisi mereka. Aku paham, langkah manapun yang harus kuambil tidak akan benar-benar menjadi solusi yang memuaskan hatiku. Hanya kebimbangan dan perasaan bersalah karena mengambil salah satu langkah dan tak mengambil langkah yang lain.

Mungkin terkesan egois. Aku tak mau ambil hati bila ada yang menduga demikian. Aku masih punya doa, yang terentang jauh membelah angkasa tertuju pada yang Maha Daya Maha Kuasa.

Aku melongok keluar jendela, merekam dalam-dalam diam udara, menjulurkan lengan dalam kegelapan, memastikan tak ada rintik yang masih tersisa. Hujan telah benar-benar reda. Malam lengang. Jarum jam mendetak jauh lebih lantang. Dan malaikat kecil kami sudah pulas dengan posisi telentang.

Trend di Masa Mendatang dan Implikasinya pada Desain Produk

Desain dari setiap produk secara terang dikaitkan dengan ketahanan ekonomi manufaktur. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat senantiasa mengganti produk-produk yang sudah ketinggalan jaman dengan beralih ke produk-produk baru yang lebih menggiurkan dan memiliki waktu pakai yang lebih tahan lama.

Sehingga, selama industri terus berupaya menghasilkan produk-produk terkini, para pencetus produk-produk baru teruslah menjelajah dan merangsek ke depan.

Inovasi menyajikan bejibun katalisator yang memiliki daya saing dalam mengembangkan sebuah produk baru, dengan konskuensi teknologi baru seringkali menimbulkan interpretasi desain yang baru pula. Dibutuhkan hanya satu pelaku industri untuk membangun sebuah paradigma atas produk baru yang akan menekan status-quo industri dalam rangka penghematan energi melalui inovasi yang lebih jauh lagi. Tim desain produk adalah garda depan dalam hal ini. Mereka yang secara ajeg menggali kelebihan yang berdaya saing melalui berbagai inovasi.

Faktor yang memainkan peranan besar dalam hal ini:

Ekonomi

Konsumsi diarahkan pada kondisi normal, konsumen perlu belanja produk baru. Ketika perekonomian terpuruk untuk sementara waktu, permintaan turun dan penawaran juga turun, dan ini berpengaruh terhadap ketahanan industri dalam mengembangkan dan memproduksi barang-barang.

Teknologi

Pengembangan teknologi baru dan kemampuan orang per orang menjadi bahan bakar dari pengembangan produk-produk baru.

‘Meta Product’

Kemajuan teknologi, yang serta merta disertai dengan munculnya operating-system dan menuntut kemampuan yang kompleks pula, seringkali mengaburkan batasan-atasan mengenai apa yang kita pahami mengenai ‘produk’. Aktivitas desain produk bahkan akan berlanjut pada pergeseran aspek-aspek non fisik produk dan bahkan ‘virtual product’ atau dengan sebutan lain ‘meta product’.

Tingkat persaingan yang ketat

Lebih banyak produk yang sama, dan yang lebih penting adalah menemukan perbedaannya. Desain produk, manakala dikerjakan dengan baik, membantu industri membedakan produk-produk mereka dari para kompetitor, dan membantu memenangkan peluang dalam pemasarannya. Selanjutnya, desain produk haruslah mencakup dua hal, baik definisi maupun penguatan brand.

Isu Lingkungan

Tingkat keawetan, hal ini secara fundamental akan berimplikasi pada desain produk ke depannya. Dapat didaur ulang, dapat diperbaiki, merumuskan dan memberikan garansi barangkali akan mengantarkan pada kualitas produk yang lebih baik, walaupun harus mahal.

Trend sosial

Hal ini memainkan peran yang signifikan, akan tetapi lebih pada produk ketimbang bisnis secara keseluruhan.

 

zyrajawa, dari berbagai sumber terpercaya.

Surat si Pemabuk pada Istrinya*

Posted on

Istriku tersayang,

Anak-anaklah yang mengajarkan pada kita bagaimana bertindak sebagai orang dewasa dan bertanggung jawab sebagai orang tua. Mereka berkata kepada kita seolah-olah Tuhanlah yang berkata kepada kita melalui anak-anak kita.

Sebagaimana pengantin yang berikrar “Untuk mencintai dan menjaga yang tercinta, dalam keadaan baik ataupun buruk….sampai maut memisahkan”. Adalah bukan hanya janji antara suami dan istri tetapi juga janji untuk anak-anak kita. Baik Bible maupun Budha mengatakan ”dari dua, mereka dipersatukan.” ”Untuk melindungi anak-anak dan terimalah mereka dalam hidupmu”.

Aku tercenung memahami ketika Katharine hendak menangis: “Aku ingin mommy dan daddy” apa yang dia katakan sebenarnya adalah bahwa dia ingin mommy dan daddynya bersama-sama dalam tanggung jawab, menjadi orang tua yang mencintai, dan hidup berdampingan. Dialah yang membuat hal tersebut menjadi nampak terang tatkala pada suatu Minggu saat bergegas ke kantor dia bertanya padamu, “kengapa daddy tidak tidur di rumah” Hal ini kejutan yang luar biasa bagiku sebagaimana hal itu juga terjadi padamu.

Brian sering mengatakan pada kami, namun lewat bisikan, “teramat lirih”, tak terdengar orang lain, dengan raut wajahnya yang tertekan. Dia lebih sensitif daripada Katharine dan lalu kutatap matanya, serasa aku melihat diriku sendiri.

Aku bertanggung jawab sepenuhnya atas kecanduan alkoholku dan kebrutalanku. Tingkah polah seperti itulah yang mengantarkan hidup kita berantakan. Ada juga periode waktu yang lama dalam kehikmatan yang memberi kesempatan bagiku untuk menunjukkan tanggung jawab dan mengajak serta putraku camping dan memainkan baseball. Juga, waktunya untuk mengajak putriku jalan-jalan di taman, naik komidi putar, dan membelikan dia pinwheel!

Bahkan walaupun kamu tak pernah mengungkapkannya untukku, hal itu juga memberi wejangan padamu bahwa kamu berkeinginan untuk melanjutkan ikrar suci itu. Seandainya kamu telah berbicara lebih jelas, aku mungkin telah dapat memberikan respon.

Ini semua mengingatkan aku pada puisi-puisi tentang anak-anak kita yang telah kutulis. Terdapat satu puisi yang sangat pilu, sampai-sampai Brian enggan mendengarkannya.

“Sedang aku berlibur ke danau dengan anakku. Tenda telah dilipat dan disimpan di dalam mobil. Air danau begitu tenang saat akan menghadapi serangan badai musim dingin dan area renang pun ditutup. Kijang turun gunung dan masuk ke padang bumi perkemahan. Libur tlah usai. Dan ini akan menjadi ‘camping’ kami yang terakhir kali di tahun ini.

Dalam perjalanan kembali dari danau, kami berhenti di toko madu untuk membeli sebotol madu bunga hutan. Lalu ke ladang untuk memetik beberapa gerompol anggur merah muda. Kami berhenti di dekat sungai yang melandai di Valley. Airnya penuh dan mengalir deras dari muara danau di atasnya. Daerahnya begitu segar dengan tanaman dan nampak hijau dengan tanaman yang siap panen. Mengingatkanku pada musim semi beberapa tahun silam.    

Dalam perjalanan pulang, aku berpikir tentang ‘camping’ musim panas tahun ini. Betapa putraku telah melawan ketakutannya akan kano dan air. Dia telah belajar bagaimana mengendarai sepedanya dan bagaimana membuat gula-gula di atas tungku pemanas. Aku berpikir tentang semua teman-teman barunya dan tentang percakapan panjang yang telah kita lakukan. Antara aku dan dia.

Saat hampir sampai di rumah, aku memandang pada anakku dan menatap raut kesedihan di wajahnya. Dia dalam hal ini mengetahui bahwa ini adalah akhir liburan musim panas yang tak kan pernah terulang kembali.

Aku berhenti dan mendengar. Untuk meresapi suara dari musim panas yang berakhir. Hanya untuk mengukur apakah suara musim panas yang kuhabiskan dengan putraku lebih nyaring dari pada suara di pikiranku.”

Puisi ini adalah sebuah metafora, bukan teruntuk musim panas yang kuhabiskan bersama putraku, dan bukan pula harapan bagi musim panas yang akan datang. Tetapi untuk keluarga yang baru saja mengakhiri sebuah periode dan mereka-reka masa depan.

Kita harus berbenah untuk musim panas yang akan datang demi anak-anak kita. Aku akan beranjak menuju standar kehidupan yang lebih bersahaja bagi dirimu dan anak-anak, bukan hanya berbenah untuk musim panas mendatang. Hal itu hanya akan menggiring pada perpecahan keluarga dan mengabaikan ikrar yang telah terucap. Anak-anak akan tahu hal itu seiring mereka bertumbuh dewasa. Mereka akan meniru bahwa mengabaikan keluarga lebih dapat diterima ketimbang memperhatikannya.

Pilihan ini yang seharusnya kamu buat, sepenuhnya demi dirimu sendiri. Mengorbankan diri sendiri sebagai martir bukanlah apa yang Tuhan amanatkan pada kita di muka bumi untuk dilaksanakan, apakah itu demi keluarga kita atau anak-anak.

Aku sedang mengambil langkah yang kutahu perlu untuk memperbaiki diriku sendiri. Aku juga memutuskan untuk memahami dengan baik akan kebutuhan dan kemarahanmu. Jika kita tidak mengambil langkah untuk lebih memahami satu sama lain, kita hanya berputar-putar untuk mengulang gonjang-ganjing perkawinan kita di masa lalu ke depannya.

Aku berdoa agar kamu sudi untuk mempertimbangkan rujuk dan menetapi lagi ikrar perkawinan kita, yang tak hanya demi kita berdua, tetapi lebih utama bagi anak-anak kita.

Hingga maut memisahkan.

Salam,

*Surat ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaa nama, peristiwa, dan tempat hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

Sumber gambar: http://wedd-ing.com/wp-content/uploads/2011/08/divorce-papers.jpg

Beberapa Pertimbangan Sebelum Mendesain Kabinet Dapur

Posted on

Berikut beberapa pertimbangan, dalam hal bagaimana Anda akan menggunakan kabinet dapur, yang mungkin bisa Anda pakai sebelum mendesain kabinet dapur:

  • Berapa jumlah orang di rumah Anda yang akan menggunakan kabinet dapur? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan seberapa sering kabinet dapur Anda digunakan, dan seberapa sering lalu lintas yang mungkin terjadi di dapur Anda.
  • Apakah biasanya ada dua atau bahkan lebih peralatan masak yang digunakan bersamaan dalam satu waktu? Jika iya, Anda memerlukan counter space yang lebih luas pada kabinet dapur dan/atau memerlukan sebuah tempat pembilasan yang lebih luas.
  • Apakah Anda menganggap dapur sebagai tempat berhibur? Dan apakah biasanya diadakan acara formal ataupun informal di dapur? Jika Anda ingin hal tersebut terwadahi, Anda mungkin perlu untuk membongkar ruangan, dalam hal ini ruangan dapur dan ruang keluarga menyatu, menjadi ruangan yang besar dan luas yang memberikan keleluasaan bagi Anda untuk menggelar pesta sembari Anda memasak di dapur.
  • Apa aktivitas lain yang pada umumnya dilakukan di dapur? Beberapa rumah memiliki tempat mencuci yang diletakkan di dapur. Beberapa orang menginginkan bar basah atau bahkan meja untuk komputer atau meja tempat menulis berada di cabinet dapur.
  • Apakah Anda memiliki kebutuhan khusus dengan cabinet dapur? Apakah pengguna jangkung atau pendek, dan tidak nyaman bekerja pada counter dengan ketinggian standar dalam waktu yang lama? Apakah Anda memiliki kelainan atau adakah diantara anggota keluarga yang mungkin berkebutuhan khusus?

Tentu saja pertimbangan di atas kurang lengkap untuk digunakan sebagai pertimbangan umum dalam merencakan kabinet dapur, dalam hal ini penulis beranggapan bahwa pertimbangan tersebut sangat terbatas. Namun sebelum Anda mulai mendesain, sekurang-kurangnya pikirkan siapa yang menggunakan dapur dan bagaimana mereka akan menggunakannya.

Desainer Interior?

Posted on

“Siapakah desainer interior itu?” Adalah pertanyaan yang sering muncul hampir setiap saat. Kami mendefinisikan desainer interior sebagai arsitek (interior) yang bertanggung jawab terhadap ruangan suatu bangunan. Yang meliputi setiap aspek dari desain, perencanaan, plumbing, elektrikal, pencahayaan, tata kondisional, fitting dan tata letak, dan finishing.

Artinya bahwa mereka harus memiliki kemampuan yang memadai akan pengetahuan ruang bangunan dan desain. Desainer interior perlu untuk dapat menyediakan instruksi dalam rangka kerja konsultasi layaknya insinyur, serta menyediakan rencana detail untuk konstruksi interior. Oleh karena itu, seorang desainer interior haruslah memiliki kemampuan menggambar baik freehand maupun menggunakan perangkat CAD.

Saat ini, untuk menjadi desainer interior harus menempuh proses pendidikan formal baik melalui jenjang diploma maupun jenjang sarjana agar mumpuni. Kesempatan ini hanya tersedia di negara-negara maju sejak 10 hingga 15 tahun belakangan. Di beberapa negara, masih belum tersedia pendidikan formal untuk menjadi desainer interior. Sudah lama para arsitek mempelajari dekorasi interior dan merangkap profesi, sebagai arsitek dan desiner interior.

Beberapa negara masih normatif menyebut profesi desain interior, Anda harus terdaftar untuk bisa disebut sebagai desainer interior. Namun kasus ini tak terjadi di banyak negara, sehingga pada dasarnya seseorang dapat menyebut dirinya sebagai desainer interior dan berhak atas sebutan tersebut. Akan tetapi mampukah mereka? Tak seorangpun dapat menangani suatu proyek desain interior dan sukses. Dalam hal desainer interior tidak akan lama berkiprah, sehingga orang yang seharusnya disebut desainer interior tersebut tidak akan bertahan dalam bisnis. Tapi sayangnya mereka dapat memecah proyek dan hal ini berakibat pada proyek yang ditangani desain interior menjadi dalam lingkup kecil.

Desainer interior biasanya terlibat dalam penggabungan proyek-proyek kecil. Biasanya juga hal ini menjadi permulaan yang bagus dan dapat dijadikan landasan ketika Anda mencari seorang desainer interior. Silakan cek pengalaman kerjanya. Mereka kemungkinan besar juga melibatkan asuransi untuk menjamin pekerjaan mereka bilamana terjadi kasus pekerjaan yang salah. Selalu lontarkan pertanyaan seputar industri, cek prioritas pekerjaan mereka, karena hal ini akan memberikan kepada Anda sebuah ide bagus.

Nah, jika Anda membaca artikel ini dikarenakan ingin menjadi seorang desainer interior, tentu saja hal ini membuat kami tersanjung. Dalam hal ini, kami memerlukan tak hanya semangat baja namun juga orang-orang kreatif dan memiliki antusiasme tinggi di bidang industri. Sepanjang Anda benar-benar teguh ingin merealisasikannya, tak akan menjadikan masalah berapa waktu yang dihabiskan untuk menekuni bidang ini hingga Anda berhasil menggapainya. bisa jadi hal tersebut menjadi pendidikan sepanjang hayat, yang tak akan pernah berhenti. Desainer interior harus terbiasa dengan istilah-istilah bangunan, konstruksi bangunan, standard kerja industri, dan pastinya mengamati dan mengikuti produk dan finishing terkini, serta memiliki kesadaran akan trend dan fashion. Menjadi seorang desainer interior adalah tugas dimana Anda harus bersemangat atau Anda akan terpuruk. Profesi ini bukan buat orang yang gampang patah arang, sehingga saya menyarankan sebelum Anda meneruskan dan mendaftar untuk pendidikan desain interior: Anda teruslah melangkah dan pergunakan waktu untuk praktik desain, bekerja untuk membebaskan diri seolah-olah tanpa pamrih, lalu lanjutkan terus dan tawarkan jasa Anda pada perusahaan. Raihlah pengalaman bekerja di kantor dan rasakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. Lalu buatlah sebuah keputusan dengan alasan yang masuk akal.

Kelak, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi negara eksportir desainer interior terbesar di dunia :-)

Saat Ini, Orang-Orang Kreatif Tengah Berkabung

Posted on

Ada begitu banyak usulan untuk menyebut Steve Jobs sebagai bapak dari golongan kreatif era modern.

Hal pertama yang pernah saya inginkan adalah menjadi seorang ilustrator dan tempat pertama saya benar-benar menempa pengalaman adalah di Apple Inc. Hal itu berlangsung pada awal tahun 80-an, meskipun pada kenyataannya ibu saya memiliki agensi periklanan saat itu, itu tak terbayang dalam pikiran saya bahwa ilustrator adalah profesi yang menjanjikan. Saya berupaya menemukan bidang terapan lain yang dapat mewadahi hasrat/dorongan kreatif saya, yaitu arsitek. Namun dari situ, saya gamang – “Banyak arsitek yang secara sederhana menghabiskan karir mereka dengan berkutat dengan diagram plumbing untuk bangunan kantor” saya teringat akan perkataan tersebut. Sehingga saya beralih ke dokter, saya yakin hal ini tak tergoyahkan! Singkat kata saya masuk di Trinity College. Dengan Macintosh saya.

Di sana di tahun awal kuliah saya, saya membuat alamat email pertama saya dan mengunduh browser mosaik serta mempelajari apakah hyperlink itu, melanglang untuk pertama kalinya ke banyak tempat-tempat yang asing sekaligus indah dimana dapat menampung saya. Di sana, melalui internet dari Mac saya, saya menguak kesadaran akan semesta media yang telah diciptakan dan tentang orang-orang yang menciptakannya.

Saya mulai rutin mengalokasikan lebih banyak waktu, di usia saya yang beranjak dewasa, berapa jam yang harus saya luangkan dengan MacPaint dan Print Shop. Hari minggu saya habiskan dengan “screeeeeeech and whir”, “screeeeeeech and whir” dari sebuah printer yang saya gunakan untuk mencetak banner sepanjang 40 kaki dengan tulisan: Selamat Hari Ibu! Mungkinkah masih ada jiwa ilustrator dalam diri saya?

Tetapi belakangan saya menjadi seorang penulis. Asa telah tumbang. Saya melakukan editing terhadap opini pada Trinity Tripod dengan Jamie Evans. Selain menulis dan melakukan editing, kami juga harus me-lay out-nya tiap selasa malam sebelum naik cetak pada Rabu pagi tepat jam enam. Dari sini saya belajar tentang dekstop publishing, melalui Quark dan Photoshop, “di atas garis” Macs.

Menggunakan komputer-komputer yang luar biasa tersebut membuat pekerjaan menjadi fun. Saya dapat memindah gambar – dan mengetik! Intulah yang disebut dengan Drop Quotes! Dan perlahan-lahan, setelah saya merampungkan seluruh kewajiban kelas menengah dan semedi dengan MCAT, saya tersadar bahwa saya tak memerlukan MCAT, atau menjadi doktor. Saya sungguh menyadari bahwa menjadi profesional di bidang kreatif bukan sekedar persoalan peluang/kemungkinan, namun hal tersebut sungguh-sungguh terjadi – saya, orang yang hanya beberapa tahun melaju lulus dan bekerja tak lama berselang. Dan rupanya saya bisa melakukannya!

Dan jika feeling saya cukup banyak salahnya untuk menghadapi belenggu Pre-Med, Pre-Law dan Pre-Corporate dari Trinity College, saya tahu hal itu nyata benar. Dan semua kejadian yang nyata ini saling berhadap-hadapan dan secara menyeluruh dikarenakan kekuatan komputer Apple. Berikut yang terjadi sepanjang karir saya. Dan saya tidak sendiri.

Beberapa versi tentang cerita ini, saya yakin, dapat dituturkan oleh tiap kolega saya. Kami bukanlah ahli dalam segala bidang, kami adalah warga negara dari golongan kreatif dengan harapan yang besar. Kami adalah para estetis dan pengurai persoalan-persoalan renik yang ruwet, masochists and technophiles, organizers and disorganizers, pixel-pushers dan stubborn brats, nerds dan artists, oversharers dan brilliant hermits, scientists dan authors, gamblers dan brigands, drawers dan dreamers.

Kami berbeda! Kami berani tampil beda karena Mr. Steve Jobs.

Dave Skaff
Creative Director

Sumber: http://www.dexigner.com/news/23998

Jabaran Singkat tentang Desain dan Desainer Furnitur

Posted on

Desainer furnitur mengembangkan dan merencanakan furnitur untuk industri manufaktur. Mereka mengkhususkan diri bergelut dengan aspek-aspek furnitur yang berkaitan dengan tingkah laku dan kebiasaan manusia, daya tarik produk dan fashion.

Desain furnitur dapat dikategorikan ke dalam wilayah desain industri tertentu atau desain produk. Bagaimanapun juga hal tersebut tidak lepas dari pengetahuan ergonomis yang diterapkan oleh desainer furnitur, metode konstruksi yang terspesialisasi, serta komponen setengah jadi yang diolah melalui kegiatan industri menyebabkan luasnya wilayah spesialisasi bidang ini.

Desain furnitur juga ditangani oleh desainer interior, dan secara tradisional, oleh para arsitek. Desainer-desainer tersebut kemungkinan sedang mencari bentuk tertentu untuk furnitur proyek interior dan arsitektur. Atau mereka barangkali bekerja sebagai seorang konsultan desain manufaktur, atau sebagai wirausaha mandiri.

Desain furnitur memiliki sejarah panjang gaya dan latar belakang dan kedekatan hubungan dengan fashion, yang membuat aktivitas di bidang ini secara alamiah berbeda dari lingkup desain produk yang lain.

Desainer furnitur mengeksplorasi solusi-solusi agar sesuai dengan pemasaran, industri manufaktur dan permintaan pasar serta terciptanya desain furnitur yang optimal. Mereka meyakini bahwa keduanya, baik aspek fungsi dan aspek estetik, serta mengacu pada aspek ergonomis, merupakan faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan kemudahan dalam penggunaan dan kebiasaan manusia.

Mereka merencakan model-model dan prototype untuk mendemonstrasikan dan menguji furnitur. Mereka membuat gambar dan ilustrasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dan mendukung upaya pemasarannya.

Mereka memilih komponen dan bahan baku, menjelaskan bagaimana perakitannya dan detail-detail manufaktur, dan juga membuat insruksi digital dan manual sebagai bagian yang tak bisa lepas dari proses manufaktur.

Desainer furnitur boleh jadi bekerja sebagai bagian dari tim pengembangan produk. Bersama-sama dengan spesialis bidang lain seperti perekayasa teknik dan pembuat jok, yang pertama bekerja menurut aturan mekanis dan yang kedua dengan pola-pola susunan kain, desainer furnitur mungkin dapat menangani keseluruhan dari mulai struktur produk hingga tampilannya.

Sudah umum bagi desainer furnitur menjadi bagian dalam industri manufaktur. Bagi pelaku industri manufaktur, pengembangan dan perlakuan terhadap aturan produk adalah kebutuhan inti dari kebutuhan lain yang bersifat tak tetap. Akan tetapi, beberapa desainer furnitur bekerja dalam bisnis konsultasi untuk industri manufaktur, khususnya bagi perusahaan yang tidak menggarap riset secara internal dan tidak membangun sarana prasarana yang memadai.

Beberapa desainer furnitur menjalankan profesi desainer sekaligus memproduksi desain mereka sendiri dalam jumlah terbatas atau mendesain furnitur pesanan klien perseorangan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Kutipan-Kutipan tentang Desain

The secret to creativity is knowing how to hide your sources. (Albert Einstein)

“Rahasia kreativitas adalah pandai menyembunyikan sumber acuan.” (Albert Einstein)

A designer knows he has achieved perfection not when there is nothing left to add, but when there is nothing left to take away. (Antoine de Saint-Exupéry)

“Seorang desainer mengetahui bahwa dia menggapai kesempurnaan bukan pada saat tidak ada lagi yang bisa disertakan, sebaliknya manakala tidak ada lagi yang terbuang sia-sia.” (Antoine de Saint Exupery)

A design isn’t finished until somebody is using it. (Brenda Laurel)

“Sebuah desain belum bisa dikatakan selesai hingga benar-benar digunakan.” (Brenda Laurel)

Everything is designed. Few things are designed well. (Brian Reed)

“Segala sesuatu didesain. Namun tak banyak yang didesain dengan baik.” (Brian Reed)

A designer is a planner with an aesthetic sense. (Bruno Munari)

“Desainer adalah seorang perencana yang memiliki pemahaman akan estetika.” (Bruno Munari)

Art is like masturbation. It is selfish and introverted and done for you and you alone. Design is like sex. There is someone else involved, their needs are just as important as your own, and if everything goes right, both parties are happy in the end. (Colin Wright)

“Seni itu seperti masturbasi. Egois dan tertutup serta dilakukan dari dan untuk kesendirianmu. Desain itu seperti seks. Ada keterlibatan orang lain di dalamnya, kebutuhan mereka sama pentingnya dengan kebutuhanmu, dan jika semuanya berlangsung sejalan, kedua belah pihaklah yang akan bahagia pada akhirnya.” (Colin Wright)

People ignore design that ignores people. (Frank Chimero)

“Orang akan mengabaikan desain yang mengabaikan aspek manusia.” (Frank Chimero)

Design is the method of putting form and content together. Design, just as art, has multiple definitions; there is no single definition. Design can be art. Design can be aesthetics. Design is so simple, that’s why it is so complicated. (Paul Rand)

“Desain adalah metode menempatkan bentuk dan isi bersama-sama. Desain seperti halnya seni, memiliki beberapa definisi, tidak ada definisi tunggal. Desain bisa jadi seni. Desain bisa jadi estetika. Desain sangat sederhana, justru dengan demikian desain sangatlah rumit.” (Paul Rand)

Good Designers Copy, Great Designers Steal. (Picasso)

“Desainer yang baik menjiplak, desainer yang hebat mencuri.” (Picasso)

Good design is good business. (Thomas J. Watson Jr.)

“Desain yang baik adalah bisnis yang baik.” (Thomas J. Watson Jr.)

Elemen yang Menjadi Kunci Sukses Produk Anyar

Beberapa elemen penting harus ditampilkan untuk mengembangkan desain produk baru yang sukses, apakah Anda mengembangkan ide dalam lingkungan sendiri atau memperuntukkannya bagi orang lain yang mengetahui sedikit tentang produk-produk yang dihasilkan perusahaan Anda. Sebagai problem solver, desainer produk baru dan team leader, saya membangun elemen-elemen berikut untuk semua klien dalam proyek-proyek yang saya kerjakan. Dan saya sangsi kalau klien tidak terkesan dengan pencapaian kami. Ini tentang bagaimana saya mengaplikasikan elemen-elemen tersebut pada klien kami, pabrik pembuatan peralatan finishing logam.

Elemen No. 1:
Untuk beberapa produk baru, selalu arahkan pada analisis marketing untuk mengidentifikasi kemungkinan pasarnya, dan untuk mengidentifikasi tampilan, pastikan bahwa produk harus menyedot perhatian konsumen.
Saya melakukan survey terhadap klien secara ekstensif dalam hal ini. Mereka terdiri dari banyak orang, mulai dari manajer sampai staf marketing, insinyur, dan pekerja lapangan yang mengetahui benar-benar mengapa produk-produk yang ada tidak memiliki nilai jual. Kebanyakan dari mereka memiliki ide untuk memecahkan persoalan ini. Namun demikian, tak satupun yang dapat menangani gambaran secara keseluruhan. Malah para konsultan desain dari luar membawa gagasan yang menyeluruh untuk klien.

Elemen No. 2:
Mempelajari bahwa melibatkan diri dalam kompetisi menjadi bagian dari analisis pasar.
Kita ingin tahu apakah produk-produk kompetitor membikin sensasi. Apakah konsumen membelinya? Mengapa mereka membelinya? Apakah kita dapat meniru dan memberi muatan baru dari produk-produk kompetitor tersebut untuk menarik konsumen?

Elemen No. 3:
Abaikan semua tabiat internal dari konsumen.
Ketetapan kami terfokus pada bagaimana analisis pasar berbicara dan membuat secara tetap hanya produk-produk baru yang kami tampilkan yang memenuhi tingkat permintaan kepuasan konsumen. Selang waktu berjalan dan terperinci, kami memaparkan semua fitur-fitur baru dari tiap-tiap ide produk baru kepada klien kami secara personal. Kami menunjukkan pada mereka bagaimana tiap fitur baru menjawab/memuaskan komplain dan saran. Kami tak memungut bayaran dalam hal ini. Tujuan kami adalah untuk menanamkan konsep-konsep produk baru kepada seluruh personel klien kami, tanpa menunjukkan bagian mana yang favorit pada saran satu orang dari keseluruhan saran yang diusulkan oleh personel klien kami yang lain. Kami merasa kagum pada bagaimana menjalankan tugas ini. Suatu waktu beberapa personel menginginkan fitur yang dapat menunjukkan fungsi tugas mereka atas seluruh kepuasan konsumen. Kami harus menyeimbangkan hal ini secara hati-hati sehingga dengan demikian tujuan dari riset pasar dapat terpenuhi. Misalnya, survey pasar menunjukkan bahwa konsumen ingin metode penuh yang lebih mudah sehingga dengan demikian pemakaian elemen-elemen dapat diubah dengan cepat dan mudah. Untungnya, satu kelompok dari klien kami ingin menawarkan seperangkat duplikat unit pada konsumen pada saat seperangkat yang asli sedang dikembalikan ke bagian mereka untuk penyempurnaan lebih lanjut.

Elemen No. 4:
Mengarahkan untuk mendapatkan hak paten untuk produk yang bersaing dan fitur-fitur dari dari produk tersebut.
Poin ini tak dapat diremehkan. Kami perlu meyakinkan klien kami untuk tidak mengusik paten orang lain dan bahwa ide yang kita kembangkan memang layak dipatenkan dan merupakan produk yang benar-benar baru.

Elemen No. 5:
Menyertakan estimasi total biaya untuk tiap desain produk baru dan menyertakan estimasi untuk waktu pembuatan dan penyempurnaanya.
Sebuah ide kadang-kadang kelihatan bagus di atas kertas, apalagi jika ide tersebut divisualisasikan dengan rendering 3D, tetapi mungkin tidak sesuai dengan kriteria keuntungan klien. Kami menyertakan estimasi biaya untuk semua desain kami dan mendatangi klien dengan penjelasan masing-masing aspek dari estimasi biayanya. Banyak klien memerikan fitur, sebagai catatan, saya mengatakan pemerian tersebut bertolak belakang dengan pemerian fitur dari konsumen, bahwa terdapat peringatan lebih dari yang diperlukan, juga adanya pembengkakan biaya. Kami melihat hal ini lebih pada desain peralatan yang utama dari pada pada desain produk industri yang baru, barangkali karena klien akan menggunakan sarananya sendiri dan karena klien sedang menggambarkan sesuatau yang mengesankan bagi mereka. Akan tetapi, analisis biaya yang semestinya yang diperuntukkan untuk barang-barang yang perlu.

Elemen No. 6:
Membentuk tim kecil desain yang terdiri dari orang-orang teknis, fasilitasi mereka dengan pemimpin yang mampu menggeneralisir ide secara konkret, dan perlakukan ide-ide dengan menggunakan sejumlah teknik generalisir ide-ide yang berbeda.
Orang-orang teknis merupakan problem solver alami. Keanggotaan tim yang terbuka pada umumnya tidak digunakan dalam tim desain. Tunjuklah pemimpin tim yang mengetahui bagaimana merangsang kreativitas yang terpendam untuk dimunculkan dan merupakan orang yang mengetahui bagaimana mengintegrasikan elemen-elemen ide untuk membangun ide produk baru yang lengkap.

Elemen No. 7:
Gabungkan laporan grup desain dalam bentuk die-ide konseptual yang final yang mengindikasikan keunggulan dan daya pikat dari masing-masing konsep produk baru.
Presentasikan secara verbal hasil akhir pada manajer dengan membawa studi tentang produk baru.

Elemen No. 8:
Prototype.
mem-prototype-kan ide produk baru yang  paling menjanjikan dan presentasikan dihadapan manajer yang lebih tinggi.

Elemen No. 9:
Sempurnakan desain.
Manfaatkan pengetahuan baru dan ide baru untuk memecahkan masalah yang ditemukan selama penaksiran biaya dan pemodelan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.