Pengumpan RSS

Antara Flu dan Tulisan Baru

Posted on

Badanku meriang, pangkal hidung sebelah kanan rasanya seperti dirajam. Otot-otot di sekitar wajah terasa ngilu. Tidak bisa kuelakkan lagi, aku harus siap menderita flu dalam beberapa hari mendatang.  Penyakit yang bisa dipastikan menjadi langganan di awal-awal musim penghujan.

Bukan penyakit yang berarti. Flu pada kenyataannya tidak menjadi penghalang yang berarti bagi penderitanya untuk melakukan kegiatan sebagaimana biasa. Mereka bebas berkeliaran dan mengerjakan apa saja selama orang-orang di sekitar tidak risih dan kawatir bakal tertular. Karenanya dibutuhkan saling pengertian antara orang yang kena flu dan tidak dalam berinteraksi jarak dekat, mengingat wabah ini sangat gampang penyebarannya. Namun perisai terbaik agar wabah ini tidak mudah menyebarkan adalah kebesaran hati penderitanya untuk bersedia ‘mengasingkan diri’. Sementara waktu saja.

Itulah yang sedang kupikirkan saat ini, sementara aku mati-matian untuk tidak tidur sebelum aku memposting tulisan di blog kesayanganku ini. Kiranya juga tidak mudah. Sebab rasa ngilu yang kurasakan makin menjadi-jadi. Merambat hingga saraf-saraf gigi. Membuat sekitar pangkal leherku pegal-pegal.

Udara malam meluncur dalam dasar keheningan yang dingin menyundut tulang.

Secara berangsur-angsur mataku juga mulai berair. Kelopaknya kurasakan sepat. Aku berusaha menandinginya dengan sikap abai. Biarlah mata berair, biarlah rasa ngilu menjalar, biarlah dan biarlah. Memposting tulisan malam ini sudah menjadi harga mati. Titik.

Aku tak mau menyerah dengan kondisi ini. Aku harus meluluskan kehendak hati ini. Menambah tulisan di blog atau aku harus malu kemudian. Bukan pilihan yang sulit. Sejauh kurasakan, toh gangguan-gangguan ini tak sampai membuat aku mengantuk berat. Aku masih kuat. Walau sesekali mulutku menguap.

Seperti sebuah peperangan yang sengit tanpa memakan korban. Antara dorongan ini dan dorongan itu yang saling beradu, menyerang dan bertahan, saling bertumbukan saling mengalahkan.

Heh. Cukup sudah. Mau diapakan juga pikiranku sudah buntu. Apa yang hendak kutulis lagi kalau sudah begini. Naluriku belum cukup kuat untuk menggubah kata tanpa sokongan pikiranku. Apa boleh buat. Juga tak baik kiranya melawan keinginan tubuh. Aku sudah dalam kepayahan yang amat sangat.

Malam telah rebah. Dingin sudah melampaui ambang batas. Ini saja kali yang bisa ku-posting malam ini. Sudah cukup memenuhi sarat panjang tulisan dan isi tampaknya. Semoga ada manfaat. Aku benar-benar harus istirahat.

Tentang zyrajawa

aku adalah satu dari sekian banyak orang yang ingin memiliki blog. tapi aku punya alasan tersendiri dari sekian banyak alasan kenapa orang ingin memiliki sebuah blog. Mau tau lebih jauh tentang diriku dan karyaku? terus pantengin aja blog yang tiada duanya ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.